Langsung ke konten utama

Menjadi Ahli Serangga



Late post 

Hari ini Ummi coba ajak anak-anak bermain lagi dengan tema ayat Al Qur'an Q.s AnNuur : 45. 


Menjadi ahli serangga, 

Tadinya Ummi mau ajak anak-anak jalan-jalan sore di sekeliling rumah mencari serangga dan mengamatinya sebagai salah satu hewan ciptaan Allah. 

Tapi, qodarullah di luar hujan. 


Jadi, kami mencoba belajar di rumah dengan memperkenalkan kepada si Kakak dan adik bahwa salah satu hewan yang Allah ciptakan adalah jenis serangga. 

Ummi juga bercerita sederhana disertai gambar sederhana tentang bagaimana serangga tumbuh dari mulai telur-larva-pupa- dan menjadi serangga dewasa. 


Dan untuk akitiftas kegiatannya, Ummi membiarkan si Kakak dan adiknya mewarnai gambar serangga dengan teknik finger painting. Tadinya Ummi kasih masing-masing satu kertas dan satu finger stamp untuk berdua, Daan ternyata berakhir ricuh nih keduanya hihi. Si kakak yang mulia asyik mewarnai pun tak tenang karena si adik mencoba mengganggunya. Akhirnya hasilnya berantakan, hihi tak apa ya, bermain sambil belajar. 





Manfaat aktifitas : 

- Mengenal ciptaan Allah 

- Melatih motorik halus 

- Mengembangkan kreatifitas 

- Melatih koordinasi tangan dan mata 


#quranbasedplay 

#idemain 

#idemainanak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fii Amanillah Abi

Sebuah cerita pengalaman seorang anak berusia 6 tahun saat qodarullah harus ditinggal dalam waktu yang cukup lama oleh ayahnya. Cerita ditulisnya dalam buku tulis bertuliskan tangan, sesuai bahasa yang ia tahu dibantu pertanyaan-pertanyaan pemantik dari Ummi agar alurnya pas.  Dibukukan dalam sebuah ebook yang bisa dibaca dan digunakan oleh siapapun untuk kebutuhan literasi. Tidak untuk dikomersilkan.  Salam literasi  Unduh cerita versi pdf di  Fii Amanillah Abi Cerita versi audio book di  Audio Book  atau  https://www.instagram.com/reel/CycAcd2yTq2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Puasa Pekan 3 #Kepompong

Waktu begitu cepat berlalu. Rasa-rasanya 24 jam dalam sehari begitu singkat buatku, astagfirullah. Betapa manajemen waktuku amburadul. Bahkan aku pun sering lupa tanggal berapa. Aku pun lebih sering menarik diri dari dunia maya, sedikit sekali waktuku yang kugunakan untuk bersosial media akhir-akhir ini, hingga suamiku sendiri jarang bisa berkomunikasi denganku, aku merasa lebih sibuk di kehidupan nyata dengan kegiatan domestik dan target-target yang belum tercapai. Bahkan menulis jurnal harian pun kadang rapel dan sudah banyak sekali yang hanya menulis di template tanpa caption. Pekan ini begitu menyita tenaga fisik dan batinku. Qodarullah.  Sampai tiba juga di hari dimana aku bisa menulis jurnal ini. Kutulis saat anak-anak terlelap tidur siang. Jurnal puasa pekan 3.  Ko bisa? Udah 3 pekan aja pekan puasa menjadi kepompong, tapi aku merasa belum menjadi lebih baik huhu. Kemana aja aku selama ini?  Diantara puasa dan tantangan mungkin tak ada bedanya, sama-sama masih bany...

Mentorship #4

Memasuki pekan ke 4. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bernafas, bersyukur masih diberi kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang menjadi targetku di pekan ini. Alhamdulillah. Seperti yang ku targetkan di deadline pekan ini, aku melakukan terapi syukur, memperbanyak syukur dari sekecil apapun yang ada dari yang kulihat, yang kudengar, yang kurasa, yang kusentu dan kucium serta yang ku punya. MasyaaAllah.  Dan inilah ceritaku pekan ini.