Langsung ke konten utama

Jurnal Puasa Pekan 4 #Kepompong


Alhamdulillah, berasa pen teriaaaaak yang kenceng loh inituh. Sampai juga di hari terakhir puasa yang cuma 4 hari ini. Bukan karena aku telah berhasil menaklukan tantangan dan puasa aku bersyukur tapi karena aku berhasil menantang diri sendiri meskipun banyak Lika liku di dalamnya dan belum optimal juga. Seperti cerita yang ada di dalam jurnal harian, banyak sekali warna warni yang kujalani sejalan dengan badge yang kudapatkan pula. Berwarna warni. Itu artinya memang masih perlu perbaikan dan komitmen lagi setelah ini. Bolehlah setelah ini sejenak merefresh diri dan selonjoran dikit melepas lelah. 

Dan setelah itu yuk wahai diri kita bergerak lagi menantang diri dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Bismillah..

Ohiya ada surat juga untukmu, semoga berkenan membaca surat di puasa terakhir ini ya. Oktavia Winarti




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fii Amanillah Abi

Sebuah cerita pengalaman seorang anak berusia 6 tahun saat qodarullah harus ditinggal dalam waktu yang cukup lama oleh ayahnya. Cerita ditulisnya dalam buku tulis bertuliskan tangan, sesuai bahasa yang ia tahu dibantu pertanyaan-pertanyaan pemantik dari Ummi agar alurnya pas.  Dibukukan dalam sebuah ebook yang bisa dibaca dan digunakan oleh siapapun untuk kebutuhan literasi. Tidak untuk dikomersilkan.  Salam literasi  Unduh cerita versi pdf di  Fii Amanillah Abi Cerita versi audio book di  Audio Book  atau  https://www.instagram.com/reel/CycAcd2yTq2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Mentorship #4

Memasuki pekan ke 4. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bernafas, bersyukur masih diberi kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang menjadi targetku di pekan ini. Alhamdulillah. Seperti yang ku targetkan di deadline pekan ini, aku melakukan terapi syukur, memperbanyak syukur dari sekecil apapun yang ada dari yang kulihat, yang kudengar, yang kurasa, yang kusentu dan kucium serta yang ku punya. MasyaaAllah.  Dan inilah ceritaku pekan ini. 

Mentorship #5

Bagi sebagian orang, jujur dan mengakui kesalah adalah sebuah hal yang mudah saja. Tapi mungkin bagi sebagian orang ini begitu sulit dan merasa harus merendahkan sisi keegoisannya. Di pekan ini kami ditantang untuk jujur mengakui kesalahan. Dan inilah sebuah kejujuran, semoga dengannya bisa menjadi semangat kembali untuk memperbaiki dan lebih baik lagi.  Pekan ini akupun entah kenapa merasa rindu dengan sang buddy. Hay dirimu Oktavia Winarti  aku tau kita lagi berproses sama-sama dengan cara dan tujuan yang berbeda. Tapi semoga semangat kita sama ya, semangat untuk tetap berjuang meraih apapun yang kita inginkan tanpa sedikitpun melupakan keterlibatan doa pada Yang Maha Kuasa atas segalanya. Allah Azza Wa Jalla.