Langsung ke konten utama

Hari 14 #Kepompong



Sudah pernah kutulis sebelumnya bahwa aku sama sekali tak suka jika ada sesuatu yang berhubungan dengan najis, misalkan anak-anak pipis atau pup di celana, di kasur dan lain-lain. Dan hari ini aku kembali diuji dengan hal itu.

Awalnya aku sama sekali tak menyadari bahwa si Kakak ternyata pipis di celana, karena dia tak memberi tahu. Dia pun asik bermain bersama adiknya. Namun saat dzuhur tiba, kulihat di tempat cucian ada cd Kakak. Heran dong? Ko bisa ia menjadi satu-satunya penghuni cucian karena memang aku baru saja menyelesaikan proses jemur pakaian yang telah dicuci.

Aku tanya Kakak, konfirmasi kenapa ada cd miliknya di tampat cucian, dia menjawab karena salah pakai katanya. Tapi rasanya ada yang mengganjal, masa sih salah pakai? Lama-lama kudesak agar tak berbohong barulah ia mengaku. Aku heran juga sebenarnya kenapa dia jadi suka berbohong. Mungkin karena takut aku marahi juga. Tapi dengan dia seperti itu malah tambah aku kesal. Hemm.

Alhasil akupun mencoba menelusuri kejadian ngompol tersebut hingga mencuci apa saja yang sekiranya bisa terkena najis dari pipisnya itu. Alhamdulillah selesai. Aku pun mewanti-wanti untuk tak mengulanginya lgi dan jangan menhan pipis. KArena memang dis k


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fii Amanillah Abi

Sebuah cerita pengalaman seorang anak berusia 6 tahun saat qodarullah harus ditinggal dalam waktu yang cukup lama oleh ayahnya. Cerita ditulisnya dalam buku tulis bertuliskan tangan, sesuai bahasa yang ia tahu dibantu pertanyaan-pertanyaan pemantik dari Ummi agar alurnya pas.  Dibukukan dalam sebuah ebook yang bisa dibaca dan digunakan oleh siapapun untuk kebutuhan literasi. Tidak untuk dikomersilkan.  Salam literasi  Unduh cerita versi pdf di  Fii Amanillah Abi Cerita versi audio book di  Audio Book  atau  https://www.instagram.com/reel/CycAcd2yTq2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Mentorship #4

Memasuki pekan ke 4. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bernafas, bersyukur masih diberi kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang menjadi targetku di pekan ini. Alhamdulillah. Seperti yang ku targetkan di deadline pekan ini, aku melakukan terapi syukur, memperbanyak syukur dari sekecil apapun yang ada dari yang kulihat, yang kudengar, yang kurasa, yang kusentu dan kucium serta yang ku punya. MasyaaAllah.  Dan inilah ceritaku pekan ini. 

Mentorship #5

Bagi sebagian orang, jujur dan mengakui kesalah adalah sebuah hal yang mudah saja. Tapi mungkin bagi sebagian orang ini begitu sulit dan merasa harus merendahkan sisi keegoisannya. Di pekan ini kami ditantang untuk jujur mengakui kesalahan. Dan inilah sebuah kejujuran, semoga dengannya bisa menjadi semangat kembali untuk memperbaiki dan lebih baik lagi.  Pekan ini akupun entah kenapa merasa rindu dengan sang buddy. Hay dirimu Oktavia Winarti  aku tau kita lagi berproses sama-sama dengan cara dan tujuan yang berbeda. Tapi semoga semangat kita sama ya, semangat untuk tetap berjuang meraih apapun yang kita inginkan tanpa sedikitpun melupakan keterlibatan doa pada Yang Maha Kuasa atas segalanya. Allah Azza Wa Jalla.