Langsung ke konten utama

Telur Merah

 


Aku mengakui diriku sebagai seorang pembelajar. Ya, akulah seseorang yang tidak terpelajar namun ingin selalu menjadi pembelajar. 
Aku ingin belajar ini dan itu, begitu banyak yang menyita keinginanku untuk menguasai berbagai hal. Terkadang malah diriku menjadi seorang yang terlalu 'serakah', saat jiwa meronta ingin melakukan banyak hal, ingin belajar banyak hal akan tetapi hati dan perasaan merasa cukup lelah dengan semua itu. Bahkan terkadang aku ingin berkata 'aku tidak sanggup'. 

Oh ternyata aku baru sadar, dari sebegitu banyak hal yang ingin aku kuasai dan aku pelajari itu tak harus berjalan bersamaan. Pentingnya memilih dan memilah mana yang termasuk prioritas dan sebaliknya. 
Aku mulai sadar dan menemukan insight dari tahapan telur ini. Bahwa tidak harus semua dikerjakan bersamaan, tidak harus semua dipelajari bersamaan tapi cobalah menjabarkan apa yang paling dibutuhkan saat ini, apa yang sedang dibutuhkan dan apa yang dibutuhkan kemudian. Dan tetaplah bahagia menjalaninya.

Maka menyusun prioritas adalah kuncinya. 








#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#lacakkekuatanmu
#jurnalmaintelurmerah













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fii Amanillah Abi

Sebuah cerita pengalaman seorang anak berusia 6 tahun saat qodarullah harus ditinggal dalam waktu yang cukup lama oleh ayahnya. Cerita ditulisnya dalam buku tulis bertuliskan tangan, sesuai bahasa yang ia tahu dibantu pertanyaan-pertanyaan pemantik dari Ummi agar alurnya pas.  Dibukukan dalam sebuah ebook yang bisa dibaca dan digunakan oleh siapapun untuk kebutuhan literasi. Tidak untuk dikomersilkan.  Salam literasi  Unduh cerita versi pdf di  Fii Amanillah Abi Cerita versi audio book di  Audio Book  atau  https://www.instagram.com/reel/CycAcd2yTq2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Mentorship #4

Memasuki pekan ke 4. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bernafas, bersyukur masih diberi kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang menjadi targetku di pekan ini. Alhamdulillah. Seperti yang ku targetkan di deadline pekan ini, aku melakukan terapi syukur, memperbanyak syukur dari sekecil apapun yang ada dari yang kulihat, yang kudengar, yang kurasa, yang kusentu dan kucium serta yang ku punya. MasyaaAllah.  Dan inilah ceritaku pekan ini. 

Mentorship #5

Bagi sebagian orang, jujur dan mengakui kesalah adalah sebuah hal yang mudah saja. Tapi mungkin bagi sebagian orang ini begitu sulit dan merasa harus merendahkan sisi keegoisannya. Di pekan ini kami ditantang untuk jujur mengakui kesalahan. Dan inilah sebuah kejujuran, semoga dengannya bisa menjadi semangat kembali untuk memperbaiki dan lebih baik lagi.  Pekan ini akupun entah kenapa merasa rindu dengan sang buddy. Hay dirimu Oktavia Winarti  aku tau kita lagi berproses sama-sama dengan cara dan tujuan yang berbeda. Tapi semoga semangat kita sama ya, semangat untuk tetap berjuang meraih apapun yang kita inginkan tanpa sedikitpun melupakan keterlibatan doa pada Yang Maha Kuasa atas segalanya. Allah Azza Wa Jalla.